Permasalahan Penduduk & Masyarakat di Indonesia
Kepadatan penduduk
Kepadatan penduduk dihitung dengan
membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal. Beberapa
pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada
penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan
katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut
menunjukkan kenaikan logistik penduduk. Negara-negara kecil biasanya
memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura,
Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk
tinggi adalah Jepang dan Bangladesh
Untuk mengatasi kepadatan
penduduk yaitu dengan cara melakukan pengendalian penduduk. Pengendalian
penduduk adalah kegiatan membatasi pertumbuhan penduduk, umumnya dengan
mengurangi jumlah kelahiran. Dokumen dari Yunani Kuno telah membuktikan adanya
upaya pengendalian jumlah penduduk sejak zaman dahulu kala. Salah satu contoh
pengendalian penduduk yang dipaksakan terjadi di Republik Rakyat Cina yang
terkenal dengan kebijakannya 'satu anak cukup'; kebijakan ini diduga banyak
menyebabkan terjadinya aksi pembunuhan bayi, pengguguran kandungan yang
dipaksakan, serta sterilisasi wajib. Indonesia juga menerapkan
pengendalian penduduk, yang dikenal dengan program Keluarga Berencana (KB),
meski program ini cenderung bersifat persuasif ketimbang dipaksakan. Program
ini dinilai berhasil menekan tingkat pertumbuhan penduduk Indonesia.
Masalah Pengangguran
Pengangguran atau tuna
karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran
merupakan masalah berakar yang terjadi di Indonesia, karena permasalahan ini
kehidupan social dan keamanan serta sector lain ikut terganggu. Setiap tahun
lahir manusia – manusia baru dengan kecerdasan ilmu pengetahuan yang berbeda –
beda, mulai dari lulusan perguruan tinggi hingga yang putus sekolah. Bermunculan
jumlah angkatan kerja yang sebagian siap berkompetisi dilingkungan kerja dan
sebagian lagi kurang terampil dalam berkompetisi, jumlah angkatan kerja yang
begitu banyak ternyata tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan
yang meningkat. Alhasil ada angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan
kerja yang ketersediaannya cukup terbatas. Sebab itulah timbul pengangguran. Tingkat
pengangguran memang merupakan salah satu indikator perekonomian yang penting.
Maka tidak mengherankan bila itu dijadikan permasalahan yang penting pula.
Secara sederhana pengangguran disebabkan oleh dua hal yaitu banyaknya tenaga
kerja dan atau sempitnya kesempatan kerja. Hal lain di belakang itu tentu saja
tidak sederhana. Pada wilayah yang tingkat penganggurannya tinggi seperti kita
muncul masalah lain seperti penempatan tenaga kerja yang tidak sesuai dengan
potensi serta latar belakangnya dan upah yang rendah. Dalam rangka pemerataan
sering juga terjadi kerja dengan jam yang kecil dan tentu saja upah yang kecil
pula. Masalah seperti perlakuan terhadap pekerja yang tidak semestinya bukan
tidak mungkin pula.
Berikut ini merupakan
dampak negatif pengangguran terhadap individu yang mengalaminya dan terhadap
masyarakat pada umumnya:
1. Pengangguran dapat
menghilangkan mata pencaharian
2. Pengangguran dapat
menghilangkan ketrampilan
3. Pengangguran akan
menimbulkan ketidakstabilan social politik.
Cara Mengatasi
Pengangguran
1. Peningkatan mobilitas
modal dan tenaga kerja
2. Segera memindahkan
kelebihan tenaga kerja dari tempat dan sector yang kelebihan ke tempat dan
sector ekonomi yang kekurangan
3. Mengadakan pelatihan
tenaga kerja untuk mengisi formasi kesempatan (lowongan) kerja yang kosong, dan
4. Segera mendirikan
industri padat karya di wilayah yang mengalami pengangguran.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk